https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7gSjwi1tr1fl-Ob6zKwcmU9cZVKkkwZdiwo9a9FMV4uLs0DUABrZwV7c0BW5J58qr5awhwlcYYIzg2obnWDB8WidqIDSmVY4eAXpgP4Vqz6vYHaKsZKlyTB95gaL4lClgcnEaJvE2g8w/s1600/Gagak+Backgrond.jpg
Tampilkan postingan dengan label Pesugihan Sate Gagak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesugihan Sate Gagak. Tampilkan semua postingan

Pesugihan Sate Gagak

Banyak Orang memburu Pesugihan dengan berbagai alasan!!! Ada yang dikarenakan Terlilit Hutang, Usaha Bangkrut Di Tipu Orang, Takut Hidup Miskin Menderita, Nganggur Sulit Cari Kerja, Punya Bisnis Bukan Untung Malah Buntung, Mau Usaha Tidak Punya Modal, dsb.

Dengan keadaan tersebut tentunya banyak orang bingung mencari solusi atau jalan keluar terbaik! Buka majalah, koran, dan internet untuk cari informasi mendapat solusi permasalahan mereka. Yang ditawarkanpun beragam mulai cara klenik hingga bisnis jaringan. Namun jika dipikir-pikir IKLAN yang menarik tentu yang berbau klenik alias mistik sebab menawarkan jasa yang begitu menggiurkan dengan beragam menu berbeda satu sama lainnya. Seakan-akan jika dijalani, impian mereka bisa terlepas dari masalah yang baru dialaminya tentunya dengan harapan masalah keuangan dapat teratasi! STOP!!!!!

Semua harap itu bisa terwujud jika anda beruntung dan tidak salah jalan alias salah pilih IKLAN. Perlu disadari tidak mungkin anda mencoba kesana-kemari sebab itu hanya spikulasi! Yang perlu anda cari adalah informasi lengkap, jelas, dan transparan apa adanya tidak ada yang ditutup-tutupi, serta anda perlu melogika apa iklan atau penawaran jasa itu masuk akal atau tidak!  Dengan itu anda dijamin tidak akan salah jalan dan merugi (rugi: waktu,tenaga,pikiran,dan materi tentunya).

Banyak dukun, paranormal, juru kunci, dan orang-orang pinter menawarkan jasa kepada anda di berbagai media cetak maupun elektronik! Bahkan karena kemajuan zaman dalam bisnis online-pun di internet ada penawaran jasa mereka. Beragam menu penawaran yang mungkin membuat anda bingung mau jalani alias pilih yang mana! Kok semua hebat-hebat bahkan ada yang berani bilang terima jadi! pake garansi uang kembali! dan sejuta bahasa iklan yang meyakinkan pembaca! Benarkah?????

Moment seperti ini tentu dikalangan orang yang mengetahui atau orang yang hanya sekedar tau hal-hal mistis memanfaatkan keadaan! Jadi beruntunglah jika anda bertemu orang yang benar-benar mengetahui hal mistis alias paranormal asli. Namun buntunglah anda jika mendapati orang yang hanya sekedar tau bisa jadi itu hanya makelar dukun bahkan yang apes lagi itu dukun palsu! Bukan rahasia umum lagi, hal ini adalah kenyataan yang terjadi!

Lalu apa yang perlu anda pikirkan? jawabnya: Hati-hati, jika baca iklan jangan asal langsung mengikuti! Perlu melogika, menimbang dan mencermati...iklan itu masuk akal tidak!

Perhatian: Bahasa IKLAN tentu manis-manis untuk bikin anda tertarik dan minat mengikuti penawaran iklan-nya. Ada yang berani dengan kata DI JAMIN... ada pula yang kasih GARANSI...ada juga yang memberi penawaran TERIMA JADI...INSTANT...dsb. Bila anda menalar alias melogika jika ada penawaran yang berlebihan tentu anda tidak akan terjebak dengan iklan atau penawaran seperti itu! Jika itu mudah, jika itu gampang tentu dijalaninya sendiri lebih-lebih yang tanpa resiko!

Apa ada pesugihan yang terima jadi? Apa ada pesugihan instant? Apa ada pesugihan tidak beresiko? Apa ada pesugihan modern via rekening? Apa ada pesugihan tanpa jerih payah? Apa ada pesugihan tanpa ritual? Apa ada pesugihan tanpa sesaji? Apa ada pesugihan duduk manis dapat hasil?
Jawaban-nya: TIDAK ADA!
Jika ada hal tersebut diatas informasikan pada kami saya juga pengen kaya!


Lalu ada apa dengan Website ini?  

Misteri Genderuwo dan Mantra Sate Gagak

Misteri Genderuwo,
Genderuwo adalah salah satu mahluk halus yang cukup terkenal dan hanya ada di Indonesia khususnya di pulau jawa. Hingga saat ini belum ada negara lain yang mengklaim genderuwo adalah khazanah kepunyaan negara selain Indonesia.

Genderuwo adalah sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwo terutama dikenal dalam masyarakat di Pulau Jawa (orang Sunda menyebutnya "gandaruwo" dan orang Jawa menyebutnya "gendruwo").

Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembab sepi dan gelap. Pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di kawasan hutan dan lereng pegunungan yang ada di jawa ini.

http://media.onsugar.com/files/2011/01/02/5/1322/13228123/1d/8mn2z9evg1c1klr3h0ff.jpg
Legenda Genderuwo,
Makhluk halus ini dipercaya dapat berkomunikasi dan melakukan kontak langsung dengan manusia. Berbagai legenda menyebutkan kalau genderuwo dapat mengubah penampakan dirinya mengikuti wujud fisik seseorang untuk menggoda manusia. Genderuwo dipercaya sebagai sosok makhluk yang iseng dan cabul, karena kegemarannya menggoda manusia terutama kaum perempuan dan anak-anak. Genderuwo kadang senang menepuk pantat perempuan, mengelus tubuh perempuan ketika sedang tidur, bahkan sampai memindahkan pakaian dalam perempuan ke orang lain. Kadang genderuwo muncul dalam wujud makhluk kecil berbulu yang bisa tumbuh membesar dalam sekejap, genderuwo juga gemar melempari rumah orang dengan batu kelikir di malam hari, ada pula yang iseng mengencingi orang yang lewat di tempat gelap biasanya pas kebetulan lewat di bawah pohon.

Burung Gagak Bisa Membedakan Gender Manusia

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ-pCwito_QQqAVchGEd6KXA4cTBL5xPf0r4yxMWcj354w4XIn0bGNWPO8
Burung Gagak mampu membedakan wajah pria dan wanita, menurut penelitian baru yang dilakukan di Jepang. Untuk pertama kalinya, serangkaian eksperimen mengungkapkan bahwa burung gagak memiliki kemampuan untuk membedakan foto subyek laki-laki dan perempuan.

Studi tersebut melibatkan eksperimen yang dilakukan terhadap empat burung gagak hutan yang merupakan jenis yang sangat lazim ditemukan di perkotaan Jepang dan sering kali dianggap sebagai gangguan perkotaan karena ledakan populasi burung tersebut. Demikian seperti yang dilansir oleh Telegraph, Jumat (12/11/10).

Mitologi Burung Gagak

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSLMQs5bpj9ekcN-aJYyCD_1IY2NJlAFZJBpIH8VhePA4JOfDtvdVlCWEnPRQ

Burung gagak diklasifikasi dalam genus Corvus dan famili Corvidae. Ada sekitar 40 atau lebih anggota genus ini dan penyebaran yang luas di berbagai benua. Corvus alberculos di Africa, Corvus bennetti di Australia, Corvus brachyrhynchos di Amerika, Canada, Mexico, Corvus fuscicapillus di Papua Nugini. Corvus typicus di Sulawesi, Muna, Butung dan lain sebagainya.

Burung Gagak berbulu hitam. Di antara jenis jenis burung, Gagak diketahui mempunyai tingkat kecerdasan yang relatif tinggi. Menurut mitologi, Burung Gagak sering dikaitkan dengan sesuatu hal yang buruk. Di Eropa, Gagak dipercaya sebagai burung peliharaan Penyihir.

Burung Gagak dalam Al-Quran dan Sains

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQp8nzukPEw3PkQ-XHCx0XnVYpmZJbfIDRPqPB2RsoQ9G2iGmjcMi8Kdg
Hewan Tercerdas menurut Al-Quran dan Sains
Burung umumnya tidak dianggap hewan cerdas, sampai-sampai seseorang untuk merendahkan orang lain menyebutnya dengan 'Otak Burung'. Tetapi suatu hari, saya (Sahar El-Nadi) membaca sebuah ayat dari Quran yang melibatkan burung , yang membuat saya berhenti dan berpikir tentang makna dari sebuah ayat. Berikut adalah petikan ayat tersebut:

'Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia orang-orang yang merugi. Kemudian Allah menyuruh seekor gagak menggali-gali bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil:'Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?' Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.' (Al Maidah : 30-31)

Ini memberi saya petunjuk agar melihat lebih dekat dan mempelajarinya lebih dalam. Jadi saya menganggap hal ini terkait dengan burung gagak karena ayat ini jelas menunjuk burung ini sebagai mentor bagi manusia, dan jelas menunjukkan bahwa manusia serasa 'direndahkan' oleh solusi yang ditemukan oleh gagak untuk beberapa masalah kritis mereka.

Pesugihan Sate Gagak Memanggil Genderuwo

Makhluk gaib genderuwo barangkali memang sudah tak asing lagi bagi kebanyakan orang. Kemunculannya yang selalu tak terduga, justru membuatnya dianggap suka menjahili manusia.

Tak jarang pula menyatroni, rumah-rumah penduduk untuk menggangu kaum perempuan. Lebih-lebih bagi kaum perempuan yang sedang ditinggal pergi oleh sang suami. Ia bisa menyaru sebagai manusia (baca suami, red) kemudian mengajak sang istri tersebut untuk bersetubuh.

Ada sebagian kalangan yang menyatakan, genderuwo adalah sebangsa memedi yang paling umum. Ia lebih senang menjahili, ketimbang menyakiti atau berbuat lucu kepada manusia. Misalnya saja, menepuk pantat perempuan, memindahkan pakaian dalam perempuan ke tempat orang lain, muncul dengan wujud yang amat besar, atau melempari rumah penduduk dengan batu kerikil di malam hari, dan lain sebagainya.

Banyak kalangan mempercayai, Genderuwo ternyata bisa dipanggil atau didatangkan dihadapan orang yang menginginkannya. Agar proses pemanggilan terhadap genderuwo itu bisa lebih cepat, salah satunya adalah memakai ritual sate burung gagak. Bagaimana ritualnya?

Dengan menggelar ritual sate burung gagak atau yang biasa disebut dengan panggang burung gagak, sangat memungkin untuk mendatangkan genderuwo dengan lebih cepat jika dibandingkan dengan ritual lain.

Mengapa bisa demikian? Diyakini, burung gagak adakah makanan kesukaan sekaligus binatang peliharaan genderuwo. Seperti halnya bangsa manusia yang memelihara ayam. Untuk melakukan ritual ini, subyek yang ingin bertemu dengan makhluk gaib ini tidak boleh asal atau sembarangan ketika mulai membakar sate burung gagak. Ada cara khusus untuk membuatnya.

Setelah berhasil menangkap burung gagak, kemudian disembelih dengan pisau yang sangat tajam. Alasannya, ketajaman mata pisau akan mempengaruhi lancer tidaknya darah yang mengalir keluar dari bekas luka yang ditimbulkan.

Berikutnya adalah mencabuti bulu-bulu hitam yang kasar itu hingga benar-benar bersih. Selanjutnya, daging yang sudah bersih itu ditelikung seperti halnya kalau membuat ingkung ayam. Baru kemudian, bisa dibakar di atas perapian.
Yang tak kalah penting dari ritual itu adalah mengucapkan rapalan mantra khusus agar si makhluk gaib itu mendengar selain mencium bau makanannya.

http://media.onsugar.com/files/2011/01/02/5/1322/13228123/1d/8mn2z9evg1c1klr3h0ff.jpg
Sedangkan tempat yang dianggap paling tepat untuk melakukan ritual ini adalah tempat yang terbuka. Setidaknya tanah lapang sehingga banyak angin semilirnya. Misalnya, di tengah lapangan atau persawahan. Kenapa harus demikian? Sebab, setelah ingkung/tusukan sate burung gagak itu dibakar atau dipanggang, baunya bisa menyebar ke mana-mana dibawa oleh angin. Semerbak daging terbakar api itu pasti akan mengundang genderuwo akan mendatangi tempat tersebut.

Belakangan, ritual mengundang genderuwo lengkap dengan segala sejajinya makin banyak dilakukan orang. Hal ini berkaitan erat dengan maraknya perjudian togel yang dulu amat dikenal dengan nomor buntut. Mereka meyakini, dengan mengundang genderuwo, keinginan untuk mendapat nomor jitu bisa terpenuhi. Dengan berbekal sedikit keberanian, keuntungan besar bakal gampang diperoleh.

Ada yang unik dari proses mendatangkan genderuwo hingga permintaan untuk menyebutkan nomor jitu yang bakal keluar. Yaitu dilakukan tawar menawar seperti layaknya jual beli pedagang di pasar. Setelah genderuwo keluar dari sarang mendengar rapalan mantra berikut bau daging gosong gagak terpanggang, secepat kilat harus segera meminta apa yang kita inginkan. Jangan sampai ia mencuri atau memakan umpan sate burung gagak sebelum mengucapkan permintaan. Sebab, jika ia sudah kekenyangan ia akan segera melenggang pergi tanpa mau menjawab yang diingini si pemanggilnya.

Beruntung jika yang datang ke tempat itu adalah genderuwo yang sedang kelaparan. Ia bisa dimintai apa saja yang diinginkan oleh yang mendatangkan. Tak hanya nomor jitu tapi bisa juga “berkah-berkah” terlarang yang lain, salah satunya diajak balter dengan uang gaib dengan cara agar membeli satenya tersebut.

Tapi sekali lagi, melakukan ritual ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab, tak jarang si pelaku juga akan mengalami cobaan-cobaan yang berat. Kadang ia harus jungkir-balik lantaran genderuwo yang datang tak mau begitu saja melakukan tawar-menawar. Ia datang hanya menginginkan sate burung gagak tersebut tanpa mau ditanya ini dan itu. Ia bisa menyerang membabi buta jika marah. Kalau ini yang terjadi, ingat jika itu terjadi, jangan teruskan ritual bodoh tersebut. Sebab, taruhannya adalah nyawa!

sumber: forum.kafegaul.com / indopesugihan.blogspot.com

Jualan Sate Gagak Untuk Memburu Pesugihan

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTA8mMiTgK0ifbIgub9J2-IpvndxpMAbwEL-f2MZn9DR1z5Papq
KISAH PESUGIHAN: BERJUALAN SATE GAGAK DEMI MERAUP UANG GAIB

Kisah ini terjadi sekitar bulan September 2008.
Mendapatkan uang gaib melalui media sate gagak merupakan ciri khas pesugihan Dewi Lanjar. Dikisahkan, sosok gaib Dewi Lanjar memiliki kekayaan melimpah, berupa harta emas lantakan dan tumpukan uang yang tak terhitung nilainya.

Banyak orang berupaya mendapatkan uang gaib tersebut. Syaratnya: menyediakan sate gagak.Sepintas mudah saja menyediakan sate gagak. Tetapi dalam kenyataannya tidak demikian. Setidaknya itulah yang dialami Samsudin.

“Pengalaman yang saya alami sangat menakutkan. Bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa. Sebaiknya jangan coba-coba mengikutinya,” kenang Samsudin yang menetap di Cirebon, Jawa Barat.

“Bagaimana awal kisah itu?” Tanya saya.

“Awalnya kami ingin membuktikan fenomena uang gaib. Sebenarnya saya tidak terlalu percaya. Tetapi teman saya mengatakan ada seorang kyai di Banyumas, Jawa Tengah, yang memiliki kemampuan mendatangkan uang gaib,” kata Samsudin.

Selanjutnya dikisahkan, Samsudin bersama delapan orang temannya menemui Kyai Dul (sebut saja begitu) di Banyumas. Mereka mengutarakan niatnya mendapatkan uang gaib.

Ketika itu Kyai Dul hanya tersenyum mendengar keinginan 9 orang yang datang dari Cirebon itu.

“Apa kalian sudah mantap dengan niat itu? Apa tidak takut dengan resiko yang akan dihadapi?” Tanya Kyai Dul.

Tentu saja semuanya menjawab merasa mantap dan siap dengan resikonya. Niat itu sudah bulat dan tidak mungkin diubah lagi.

“Baiklah. Siapkan seekor burung gagak. Nanti kita lihat apa yang terjadi,” ujar Kyai Dul.

Beberapa hari kemudian, Kyai Dul bersama 9 orang itu berangkat menuju pasar burung di Plered, Cirebon.

Burung gagak berwarna hitam kelam berhasil diperoleh dengan harga 250.000 rupiah. Mereka membeli seekor saja.

Bahas Rencana

Pada hari yang telah ditentukan, mereka berkumpul di rumah rekan Samsudin untuk membahas rencana mendatangkan uang gaib.

“Berapa uang yang kalian inginkan?” Tanya Kyai Dul yang memimpin acara rembukan tersebut.

Samsudin dan teman-temannya bingung mendengar pertanyaan yang mengejutkan itu.

“Lho! Kalian ini bagaimana? Ingin mendapatkan uang gaib tapi tidak tahu jumlahnya,” kata Kyai Dul agak kesal.

“Lima belas milyar,” ujar salah seorang rekan Samsudin memecah keheningan.

“Rupiah, dollar, ringgit…” Kyai Dul menyambung cepat.

“Ya, rupiah,” serentak jawaban keluar dari 9 orang yang sedang bermimpi menjadi kaya tanpa susah payah.

“Baiklah. Burung gagak itu kalian potong dan siapkan 15 tusuk sate gagak. Lalu siapa yang akan berjualan sate gagaknya?” Tanya Kyai Dul.

Samsudin dan temannya hanya terbengong mendengar pertanyaan itu, “Apa maksud Kyai?”

“Salah seorang diantara kalian bertugas menjual 15 tusuk sate gagak itu.Apabila ada yang datang membeli, jangan berikan sate itu sebelum sang pembeli membayar 1 milyar untuk satu tusuk sate,” Kyai Dul menjelaskan.

“Siapapun yang berjualan harus memastikan pembeli menyediakan uang sebanyak yang kalian inginkan. Kalian juga harus membawa selembar uang seratus ribu sebagai contoh. Katakan pada pembeli agar menyediakan uang seperti uang yang kalian bawa itu,” lanjut Kyai Dul.

Kesembilan orang itu tersenyum mendengar penuturan Kyai Dul. Tampaknya tidak terlalu sulit mendapatkan uang bermilyar-milyar rupiah.

Tetapi mereka serentak diam, ketika Kyai Dul bertanya siapa yang akan bertugas menjadi penjual sate gagak itu.

Terjadilah perdebatan diantara 9 orang itu. Mereka saling tunjuk siapa yang akan menjadi penjual. Setelah disepakati, Samsudin pun dipilih mengambil tugas itu.

Kyai Dul lalu memanggil Samsudin untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan saat berjualan.

“Kamu harus berani dan jangan gentar. Ingat, dalam dunia gaib, justru penjual yang menjadi raja dan bukan pembeli,” nasihat Kyai Dul.

Memang terdengar aneh. Bisnis di alam manusia jelas mengatakan pembeli adalah raja. Sementara di alam gaib sebaliknya, penjual adalah raja.

Jualan Sate Gagak

Pada malam Jumat, sekitar pukul 21.00 malam, mereka menggunakan mobil menuju tempat yang akan dipilih berjualan sate gagak. Lokasinya di muara sungai Kalijaga, persis di tepi laut.

Seorang diri Samsudin berjalan ke arah lokasi tersebut sambil membawa 15 tusuk sate gagak dan peralatan membakar sate. Lokasi tersebut dipenuhi pepohonan lebat dan alang-alang. Sambil berjalan, Samsudin harus membabat alang-alang tersebut dengan sebilah parang.

Sekitar 1 meter dari tepi laut, Samsudin mulai membersihkan tempat yang akan digunakan berjualan. Setelah itu dia mulai membakar satu persatu sate yang dipersiapkan

Sementara itu, posisi Kyai Dul dan teman-temannya berada di dekat mobil yang berjarak sekitar 500 meter dari tepi laut. Kyai Dul sendiri melakukan ritual dekat mobil tersebut.

Tepat jam 22.00 malam, 15 tusuk sate yang dibakar sudah matang dan siap dijual. Aroma daging terbakar menyeruak ke segala arah.
Sebagaimana petunjuk Kyai Dul sebelumnya, Samsudin pun berteriak-teriak seolah memanggil pembeli.
“Sate gagak….sate gagak….sate gagak. Siapa mau beli?,” teriak Samsudin sambil mengacung-acungkan satenya.

Tampaknya belum ada seorang pun yang datang membeli. Samsudin mulai didera rasa takut. Suasana malam terasa mencekam. Debur ombak dan desiran angin terasa mendirikan bulu roma. Pada saat itu, Samsudin pun membaca doa-doa.

Beberapa waktu kemudian, Samsudin tersentak kaget sesaat mendengar suara petir yang sangat keras. Kilatan petir itu bahkan berjarak hanya beberapa meter dari tempatnya duduk.

“Astaghfirullah,” teriak Samsudin dalam batin. Kilatan petir itu terasa menyambar kepalanya, hingga secara refleks Samsudin menunduk menghindarinya.

Belum hilang rasa kaget mendengar suara petir, tiba-tiba seekor burung hantu terbang berputar-putar di atas kepalanya. Samsudin yang tangan kanannya masih memegang sate gagak langsung saja mengacung-acungkan tangannya sambil berteriak. Sementara tangan kirinya memegang selembar uang seratus ribu rupiah.

“Sate gagak… sate gagak…siapa mau beli?,” teriak Samsudin dengan suara parau.
Burung hantu itu hinggap di sebatang pohon sekitar 10 meter dari Samsudin. Matanya menatap tajam sambil mendesis.

Samsudin balas menatapnya sambil terus berteriak-teriak menawarkan sate gagak.
Burung hantu itu lalu turun di tanah dan mulai berjalan mendekat. Tetapi tiba-tiba saja burung itu terlempar menjauh sambil mengeluarkan suara keras.

Samsudin terkejut melihat kejadian itu. Tapi dia tidak mengerti apa yang terjadi.
Sambil membakar sate gagak agar aroma daging tetap menyebar, Samsudin terus saja berteriak-teriak memanggil pembeli.
“Sate gagak….sate gagak…sate gagak. Siapa mau beli?,” teriak Samsudin.

Entah darimana datangnya, Samsudin tersentak melihat sosok gaib berujud manusia setengah badan muncul dari semak-semak belukar.

Sosok gaib itu hanya terlihat dari dada ke atas. Sementara bagian perut dan kakinya tidak ada. Sosok gaib itu berambut gondrong, berwajah seram dan mata merah menyala. Seperti melayang, sosok itu mendekati Samsudin.
Anehnya, sosok gaib itu berhenti sekitar 10 meter di depan Samsudin. Makhluk dari bangsa jin itu menatap tajam dengan mulut seolah sedang berbicara.

“Sate gagak…sate gagak….sate gagak. Ayo beli sate gagak. Murah…satu milyar untuk satu tusuk sate gagak,” kata Samsudin berteriak sambil mengacungkan sate gagak di tangan kanan dan uang seratus ribu di tangan kiri. Samsudin berharap makhluk gaib itu datang mendekatinya dan membeli sate gagak.

Sebagaimana petunjuk Kyai Dul, Samsudin harus menunjukkan sate gagak itu kepada pembeli. Apabila sang pembeli berminat, maka Samsudin harus pula menyodorkan uang seratus ribu rupiah untuk pembayarannya.

Tetapi Samsudin heran melihat sosok gaib setengah badan itu tidak juga mau mendekat. Padahal ekspresi wajah gaib itu terlihat berminat membeli sate gagak.

Samsudin tidak menyerah. Dia terus berteriak-teriak menawarkan dagangannya itu. Agaknya pancingan ini berhasil, sosok gaib itu bergerak melayang mendekatinya.

Tiba-tiba saja sosok gaib itu mengeluarkan suara lengkingan keras disertai kobaran api. Sosok gaib itu terbakar dan kemudian lenyap begitu saja.

“Astaghfirullah,” teriak Samsudin dalam batin. Dia mulai heran mengapa makhluk gaib itu terbakar.

Tetapi Samsudin tetap bertahan. Keinginannya mendapatkan uang gaib sudah bulat. Apapun yang terjadi.
Samsudin memang kesal dengan teman-temannya yang memilihnya berjualan sate gagak. Sementara mereka asyik duduk di mobil menunggu perkembangan.

Pada saat itu Samsudin tidak menyadari bahwa rekan-rekannya yang berada di dalam mobil lari kocar-kacir akibat mobil tersebut diguncang-guncang keras oleh sejumlah sosok gaib hingga terperosok ke dalam parit. Bahkan Kyai Dul pun lari ketakutan.

Sekitar pukul 02.00 pagi, Samsudin melihat pemandangan yang aneh. Dua buah perahu melaju pelan dari arah muara sungai Kalijaga. Semakin lama perahu itu mendekati posisi duduknya yang hanya berjarak 1 meter dari tepi laut.

Samsudin mengamati kedua perahu itu. Aneh, tidak ada seorang pun di dalam perahu itu. Tetapi Samsudin dengan sangat jelas melihat beberapa tumpukan karung di dalam perahu tersebut.

Apa isi karung-karung itu? Pikir Samsudin. Setelah Samsudin menghitung, ternyata jumlah karung itu ada 15 karung.

“Apakah karung-karung itu berisi uang 15 milyar? Tetapi mengapa perahu itu terus berjalan dan tidak berhenti?” Tanya Samsudin dalam hati.

Kedua perahu itu berjalan di muara sungai dan terus menuju laut lepas. Deburan ombak seketika melenyapkan perahu itu.
Samsudin mulai pesimis sate gagak yang dijualnya didatangi pembeli. Tetapi Samsudin tetap belum mau beranjak pulang sebelum kedatangan sosok gaib Dewi Lanjar. Dia masih menunggu putri dari bangsa jin yang sangat kaya itu.

Menjelang pukul 03.00 pagi, Samsudin dikejutkan kedatangan seekor buaya putih berukuran raksasa. Lebar badan buaya itu sekitar 2 meter, dengan panjang hampir 15 meter.

Buaya berbadan besar itu muncul dari dalam sungai dan berjalan terseok-seok mendekatinya.
“Sate gagak…sate gagak…sate gagak. Ayo beli sate gagak,” teriak Samsudin sambil menatap ke arah buaya yang berjarak sekitar 10 meter itu. Kali ini, tubuh

Samsudin gemetar didera rasa takut. Dia khawatir buaya itu akan memangsa dirinya dan bukan sate gagak yang dipegangnya.

Lagi-lagi kejadian yang sama terulang kembali. Buaya yang sedang mendekatinya itu seketika terlempar jauh ke belakang. Tubuhnya seperti melayang dan terhempas di permukaan sungai. Suaranya keras menggelegar.
“Astaghfirullah,”teriak Samsudin dalam hati.
Beberapa saat kemudian, muncul lagi buaya yang sama dan berjalan mendekatinya. Tetapi buaya itu kembali terhempas di permukaan sungai.

Setelah peristiwa itu, tidak ada lagi kejadian aneh yang dialami hingga fajar menyingsing.

Samsudin pun berkemas meninggalkan lokasi berjualan itu dan berjalan menuju teman-temannya menunggu di mobil.
Dia heran melihat teman-teman sedang sibuk mendorong mobil yang terperosok di parit.
“Apa yang terjadi?” Tanya Samsudin.
Seorang temannya mengatakan, mobil itu diguncang-guncang sosok tak kasat mata hingga terperosok di parit. Beruntung hal itu tidak terlalu membahayakan.

Mobil pun dikeluarkan dari parit hingga mereka dapat pulang.

Perbuatan Batil

Dalam perjalanan pulang, Kyai Dul bertanya kepada Samsudin seputar pengalaman apa saja yang dialami.
Setelah mendengar cerita Samsudin, Kyai Dul tersenyum.

“Tentu saja sate gagak itu tidak laku. Sepanjang berjualan kamu terus melantunkan zikir di dalam hati. Dewi Lanjar merasa takut dan tidak berani mendekat,” kata Kyai Dul yang mengaku baru pertama kali ini gagal mendatangkan uang gaib.

Menutup kisahnya, Samsudin berkata, “Ini pelajaran buat saya bahwa mendatangkan uang gaib itu perbuatan batil. Buktinya makhluk gaib itu takut dengan bacaan zikrullah.”
Benar apa yang dikatakannya.
Dengan kata lain, pesugihan yang terbaik adalah bekerja keras dan tidak mudah putus asa…

Demikianlah…
Seperti yang diceritakan Samsudin kepada Agus Siswanto.

sumber: www.blogtopsites.com

Ritual Sate Gagak Bikin Aku Jadi Kaya

Di kalangan pelaku spiritual, ada teknik khusus untuk mengais rupiah di tempat kramat yang angker. Caranya, dengan berjualan sate gagak dengan para dedemit golongan Genderuwo. Konon, ceritanya penghuni kawasan daerah di lereng Gunung Tumpeng, Kab.Semarang pernah membeli sate gagak sampai Rp. 30 juta dalam semalam.
Untuk menjadi pedagang sate bagi para Genderuwo tersebut, yang diperlukan adalah burung gagak hitam yang masih hidup, minyak sekar arum, minyak fambo, minyak serimpi, candu serta kemenyan. Dan syarat mutlak yang harus dipenuhi pelaku adalah keberanian untuk bertemu dengan para lelembut dari golongan siluman dan genderuwo. Pada tengah malam yang telah ditentukan, tepatnya malam jumat kliwon atau selasa kliwon, burung gagak harus dibawa ke lereng gunung tersebut yang akan dijadikan lahan berdagang.

Sesampainya di tempat yang dituju tersebut, bacakan mantra khusus untuk membuka alam ghaib, sambil membakar kemenyan. Tunggu sampai gagak yang dibawa berkoak-koak.
Ketika burung itu berbunyi, pada saat itulah momen yang paling tepat untuk menyembelih burung gagak itu. Bersihkan bulu-bulu yang menghiasi tubuhnya, lalu olesi dengan minyak sekar arum dan minyak fambo. Kemudian potong daging burung sesuai degan ukuran yang dikehendaki. Bakarlah daging itu layaknya sate biasa.
Pada saat bersamaan, para pembeli sate akan berdatangan. Mereka adalah bangsa dedemit yang berwujud genderuwo, wujud mereka sangat menakutkan dengan bau kas ketela / kentang bakar.
Mereka berdatangan untuk merebut sate gagak yang dijual. Berapa pun harganya mereka akan membeli sate yang dijual itu. Kabarnya, seorang pedagang sate gagak di sebuah makam di lereng Gunung Tumpeng, Kab.Semarang pernah mengantongi uang sebanyak Rp. 30 juta.

Sate Gagak Hitam

Memanggil Gendruwo Dengan Ritual Sate Gagak

Bangsa memedi yang satu ini, kerap menjadi pergunjingan banyak orang. Hal tersebut dikarenakan seringnya lelembut jenis ini, menjahili bangsa manusia. Selain kebiasaanya yang suka iseng, gendruwo juga dikenal sebagai mahluk halus yang mudah bersekutu dengan manusia. Benarkah demikian?

Gendruwo sering digambarkan sebagai mahkuk halus bersosok tinggi besar, hitam dan menyeramkan. Memedi ini mudah diajak bersekutu dengan manusia yang tentunya persekutuan tersebut demi tujuan-tujuan tertentu, seperti dimintai nomor togel, dimintai duit (pesugihan), dimintai jadi perewangan,dsb.

Menurut beberapa orang pintar, untuk memanggil Genderuwo tidaklah begitu sulit, bisa dikatakan cukup gampang. Salah satu caranya sediakanlah sate burung gagak hitam di tempat sepi dan dibawah pohon besar/rimbunan pohon bambu. Dengan rapalan dan ritual tertentu, maka Gendruwo pun akan datang untuk meminta sate tersebut pada orang yang telah membakar sate burung gagak. Kelihatannya begitu mudah!!! Wah, untuk ritual ini perlu adanya nyali besar. Jika memedi itu datang anda lari ya tentu....

Menurut kesaksian yang pernah menjalani ritual ini, sebut saja Suparno(bukan nama sesungguhnya), dia salah satu orang yang telah membuktikan menjalani ritual sate gagak. Untuk menjalani ritual ini umumnya dilakukan pada malam hari, lebih-lebih pada malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon.